Langsung ke konten utama

Gelar Apel Operasi Bina Karuna Kapuas 2022 Tahap II, Kapolda Kalbar Gandeng Seluruh Stakeholder Hadapi Karhutla


PONTIANAK, KALBAR - Dalam melakukan pencegahan dan menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalbar, Polda Kalbar menggelar apel Operasi Bina Karuna Kapuas 2022 Tahap II, pada Jum'at (19/8).


Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs. Suryanbodo Asmoro, M.M., mengatakan, Provinsi Kalimantan Barat termasuk salah satu provinsi yang rawan terjadi Kebakaran hutan. Faktor pemicu terjadinya karhutla ini yaitu membuka lahan dengan cara dibakar, kemudian ini perlu menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama baik pemerintah, swasta dan masyarakat dalam mengantisipasi serta menanggulangi Karhutla di Kalbar tahun 2022.


Dampak efek yang akibatkan karhutla antara lain, Gangguan kesehatan, menggangu aktivitas belajar di sekolah, menggangu transportasi udara, darat dan laut, menghambat pertumbuhan ekonomi, menimbulkan isu internasional akibat asap yang sampai ke negara lain, kerusakan lingkungan hidup," jelasnya.


Menurutnya, dalam rangka pencegahan dan penanggulangan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan bencana kabut asap, Polda Kalbar menggelar Operasi Bina Karuna Kapuas 2022 tahap II selama 21 hari dimulai pada tanggal 19 Agustus sampai 8 September 2022.


"Lebih mengedepankan upaya pencegahan dan penanggulangan didukung dengan penegakan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran atau tindak pidana," ungkap Kapolda Kalbar.


Jendral Bintang Dua itu menambahkan, penegakan hukum karhutla yang dilakukan Polda Kalbar pada tahun 2021 sebanyak 92  kasus dengan 94 tersangka dan di tahun 2022 sebanyak 12 kasus dengan 12 tersangka.


Pada bulan Juli lalu, Polda Kalbar telah mengikuti rapat koordinasi khusus tema karhutla yang dipimpin oleh menkopolhukam, menyampaikan atensi bapak Presiden bahwa Indonesia tidak boleh mengekspor asap ke negara lain.


Kemarin, bapak Kapolri mengatakan salah satu penyakit masyarakat yang harus diantisipasi ialah karhutla. Kalbar tentu banyak karhutla dengan membuka lahan dengan kearifan lokal, namun harus tetap diperhatikan cara pembakarannya dengan mempersiapkan sekat kanal, meminta pengawasan pemerintah, tidak membakar lebih dari 2 hektar, dilarang membakar di lahan Gambut. 


"Mengingat Bulan September sebagai bulan bercocok tanam, pasti banyak masyarakat ingin membuka lahan agar betul-betul diawasi dengan masyarakat dan 3 pillar desa," bebernya.


Kapolda menegaskan, penanganan karhutla harus dilakukan sinergitas dengan seluruh stakeholder terkait, supaya hasilnya dapat lebih optimal. Selain itu, satgas pencegahan dan penanggulangan karhutla dengan 3 pilar desa, mampu menggerakan seluruh potensi masyarakat serta perusahaan termasuk kelompok peduli api untuk mewujudkan desa bebas asap.


Kalbar dibawah garis khatulistiwa sehingga mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, Polda Kalbar melaksnakan operasi sebanyak 2 kali dalam setahun, mulai dari jenjang preemtif hingga penegakan hukum.


"Peraturan Gubernur Provinsi Kalbar No 103 tahun 2020 tentang pembukaan area lahan pertanian berbasis kearifan lokal,  masyarakat diberi kelonggaran dan diberikan kebebasan membakar lahan dengan aturan, dilarang membakar di lahan gambut, pembaca arah angin, sekat kanal, menjaga api agar tidak merembet, menyiapkan pemadam kebakaran, bergantian pembakaran," ujarnya.


Lebih diutamakan mengandalkan 3 pillar desa yaitu, Kepala desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sebagai garda terdepan dalam penanggulangan karhutla di wilayah Kalbar.


Penulis : Bripda Juni 


Salam Hormat kami

Humas Polda Kalbar


Wassalammualaikum Wr.Wb


Kombes Pol Raden Petit Wijaya, S.I.K., M.M.

Kabidhumas Polda Kalbar


Email: bidhumaspoldakb@gmail.com

Twitter : @BidhumasKalbar

FB : Bidhumas Polda Kalbar

IG : @pnc_poldakalbar

YouTube : PNC_PoldaKalbar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Upaya Pencegahan Dini PMK, Satgas Ops Aman Nusa II Polda Kalbar Lakukan Penyemprotan Disinfektan Kandang Ternak

Bangka Belitung Darat, Pontianak - Waspada dan antisipasi wabah virus penyakit mulut dan kuku ( PMK ) yang menyerang hewan ternak berkuku belah atau genap, Anggota Satgas Ops Aman Nusa II Polda Kalbar melakukan pengecekan ke kandang ternak, memberikan himbauan dan penyemprotan disinfektan kendang ternak sapi milik warga di wilayah Jalan Sepakat Gang Usaha Kelurahan Bansir Darat Kecamatan Pontianak Tenggara, Senin  ( 15/8 ) . Kompol Abdullah selaku Kasatgas Ops Aman Nusa II Polda Kalbar mengatakan, pengecekan ini sebagai langkah awal pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) baik kepada pemilik ternak maupun penjual hewan kemudian dilakukan tindakan aksi nyata melakukan penyemprotan disinfektan sekitar kendang ternak warga . “Masyarakat warga di Gang Usaha ini kita lakukan himbauan tentang PMK agar selalu menjaga kebersihan kandang dan menecek kondisi hewan, kemudian kami langsung melakukan penyemprotan disinfektan dengan menggunakan cairan khusus merk Prodestan yang telah memiliki...

kegiatan KRYD PPKM covid 19

 PONTIANAK, KALBAR 1. Pada hari Kamis, 2 Desember 2021 sekira pukul 21.32 wib s/d Selesai telah dilaksanakan kegiatan KRYD PPKM covid 19 2.  Adapun personil yang melaksanakan himbauan dan sosialisasi yaitu regu 3 Tim KRYD ( anggota Sat Samapta Polresta Pontianak Kota ) antara lain sebagai berikut : - IPTU RUMPOKO AJI - AIPTU BAMBANG RISMANTO - AIPTU DANI WAHYUDI SIREGAR - BRIPDA REZEKI PRASETYO 3. Adapun sasaran dan route dalam kegiatan Pengamanan Vaksin yaitu : - Taman Akcaya, Jl. Slt. Abdurrahman kendaraan yg di gunakaan - Mobii Ambulance Klinik Res Ptk Kota - Mobil binmas  - Mobil Samapta Selama kegiatan berjalan dgn tertib aman lancar dan dukumen terlampir DUMM ... "SAT SAMAPTA POLRESTA PONTIANAK KOTA KAMI SIAP MELINDUNGI , MELAYANI DAN MENGAYOMI MASYARAKAT" ARTIKEL INI DI BUAT OLEH :  SAT SAMAPTA  FOLLOW KAMI DI :  INSTAGRAM

Tingkat Pengawasan Penyebaran PMK Satgas Ops Aman Nusa II Polda Kalbar

PONTIANAK, KALBAR - Satgas Ops Aman Nusa II yang dipimpin Kasatgas Ops 2  penanganan AKBP Riki Renerika Rinanto,S.E. melakukan pengecekan hewan ternak dan memberikan edukasi tentang wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Di wilayah jalan petani. Sungai bangkong.Kec Pontianak kota  Dengan Jumlah Hewan ternak Sapi 5 Ekor dalam keadaan sehat. Selasa (26/7/2022). Kasatagas Ops  2 Penanganan AKBP Riki Renerika Rinanto, S.E menyampaikan Kepada Anggota Operasi Aman Nusa II Agar  melaksanakan pengecekan dan memberi edukasi kepada pemilik ternak bahwa wabah PMK tidak menular kepada manusia namun perlu hati-hati, sebab bisa menular kepada hewan lainnya.  Selain  memberikan sosialisasi kewaspadaan akan PMK  Satgas Ops Aman Nusa II melaksanakan Penyemprotan disenfektan bertampat di jalan petani. Gg petani ampera. Kel sungai Bangkong. Kec pontianak kota kepada kandang ternak milik pak Syafri dalam kondisi sehat tidak terpapar penyakit PMK.  “Ini dilakukan untuk m...